Jumat, 17 Juli 2026, 12:30:00, 0
Di saat semua pihak menggembar gemborkan menuju kota Global dan menyongsong lima abad Kota Jakarta, ada fakta menyedihkan, di mana kondisi pelayanan kebutuhan dasar warga di Ibu Kota masih memprihatinkan.
Sebab, fasilitas untuk pasien di Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara masih jauh dari kebutuhan ideal alias tidak memadahi. Di mana ruang tunggu pasien terbatas, sehingga para pasien yang menunggu pemberian obat terpaksa duduk-duduk di atas trotoar jalan.
"Kondisi ini sangat memprihatinkan. Kita minta Puskesmas Pademangan Barat, Kecamatan Tanjung Priok dibangun tahun anggaran 2027 ini, jangan ditunda lagi. anggarannya harus dimasukkan dalam KUA PPAS yang dibahas oleh Komisi E DPRD bersama TAPD," ujar anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, H Ramly Hi Muhamad, S Sos, M.Si kepada Suarakarya.Id, Jumat pagi (17/7/2026).
Ramly Hi Muhamad, politisi Partai Golkar dari Dapil Jakarta Utara 2 ini menambahkan, bahwa masyarakat busangat membutuhkan fasilitas dasar itu.Di sebagian wilayah Jakarta, puskesmas kelurahan sudah direnovasi sehingga bangunannya sudah standar, fasilitas ruang tunggu pasien tersedia baik sekali.
Namun di wilayah Jakarta Utara masih banyak puskesmas yang belum direnovasi. Di Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat itu sudah diprogramkan untuk direnovasi, namun di tolak oleh orang- orang kaya yang tinggal di komplek tersebut.
Harus ada komunikasi dari Pemprov DKI dan pengembang yang menolak dibangun puskesmas itu. Juga warg kaya untuk dilakukan penjelasan terkait pembangun renivasi PKM Kelurahan Pademangan Barat. Kalau tidak dibangun di komplek yang ditolak warga kaya, tanah sudah ada di kawasan Ancol, seluas 5000 meter persegi, nah kita minta 1085 meter saja untuk pembangunan Puskesmas baru Kelurahan Pademangan Barat," kata Ramly.
Sementara itu, Ramly juga mengusulkan pembangunan RSUD tipe C di wilayah kecamatan Penjaringan. Karena di kecamatan ini belum ada RSUD.
"Banyak warga Kecamatan Penjaringan yang terpaksa berobat ke Koja, padahal cukup jauh jaraknya. Kan kasihan mereka. Dalam rapat antara Badan Anggaran (Banggar) telah disetujui antara Pimpinan Banggar dan Sekda Provinsi DKI bahwa pembahasan anggaran diprioritaskan bagi pimpinan OPB harus hadir, kalau tidak hadir pimpinan, anggarannya kita alihkan ke bidang yang lain," ucap Ramly lagi.
Kenyataan saat ini, Paripurna penyampaian hasil reses 106 anggota DPRD DKI yang sudah "belanja" masalah dari rakyat tidak diakomudasi oleh eksekutif atau OPD terkait.
"Jadi, masyarakat beranggapan bahwa anggota dewan tukang berbohong, karena permintaan masyarakat yang dititipkan melalu dewan tidak dieksekusi. Jadi anggota dewan dianggap pembohong. Janji- janji di kala reses, satu pun tidak dilaksanakan1," katanya.
Sumber : https://www.suarakarya.id/nasional/26017386377/pasien-tunggu-pemberiaan-obat-duduk-duduk-di-atas-trotoar-jalan-anggota-dprd-dki-ramly-hi-muhamad-minta-puskesmas-pademangan-barat-segera-dibangun
Share Berita Ini