Minggu, 01 Februari 2026, 11:38:00, 0
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta menggelar perayaan Natal dan ucapan syukur awal tahun 2026 di Aula DPD Golkar DKI Jakarta, Sabtu malam (31/1/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus serta tokoh-tokoh umat Kristiani di Ibu Kota.
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar, Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta Basri Baco, dan Ketua Harian DPD Golkar DKI Jakarta Judistira Hermawan. Mereka didampingi panitia yang diketuai Elfrans Golkari, sekretaris Tulus P. Simanjuntak dan bendahara Nico Saputra.
Sejumlah tokoh umat Kristiani turut hadir, di antaranya Pendeta Feri Simanjuntak dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) DKI Jakarta, Pendeta Robby Repi dari Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Wilayah DKI Jakarta, Antonius Sinaga selaku Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Pendeta Kharis Gultom dari Sekolah Tinggi Teologia Peragio, perwakilan Batak Center Tampubolon, serta Pendeta Franky Kombaitan dari Komunitas Hamba Tuhan Lintas Denominasi yang bernaung di bawah Komunitas Kebersamaan Bersama (K2B).
Dalam sambutannya, Ahmed Zaki Iskandar menegaskan, perayaan Natal tersebut bukan bentuk pemanfaatan ruang keagamaan untuk kepentingan politik. Ia memastikan kegiatan itu murni sebagai penghormatan dan pelayanan bagi umat Kristiani yang menjadi bagian dari keluarga besar Partai Golkar.
“Partai Golkar adalah partai yang dimiliki oleh masyarakat. Semua lapisan, semua agama, punya andil dalam Partai Golkar,” ujar Zaki.
Mantan Bupati Tangerang dua periode itu menambahkan, Kantor DPD Partai Golkar selalu terbuka bagi seluruh golongan untuk beraktivitas dan bersilaturahmi.
“Acara perayaan Natal hari ini adalah bagian dari kegiatan keagamaan di DPD Partai Golkar,” katanya.
Zaki juga menegaskan sikap tegas Golkar dalam menolak politisasi agama. Menurutnya, agama dan politik tidak boleh dicampuradukkan.
“Partai Golkar menyelenggarakan acara seperti ini bukan ingin mempolitisasi agama. Tidak boleh itu, mencampuradukkan agama dan politik,” ucapnya.
Ia menilai, perayaan Natal justru menjadi ruang memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan solidaritas di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk.
“Momentum keagamaan seperti ini bukan hanya membawa pesan spiritual, tetapi juga memperkuat hubungan kekeluargaan antarwarga,” ujarnya.
Zaki menegaskan komitmen Golkar untuk menjaga ruang keagamaan tetap netral dari kepentingan politik. “Kami ingin masyarakat melek politik, bukan dipolitisasi lewat agama,” tegasnya.
Sambutan Antusias
Ketua Panitia Elfrans Golkari mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar perayaan rutin, melainkan momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan, khususnya kepedulian sosial dan penguatan kehidupan keluarga.
“Sebagai bagian dari keluarga besar Partai Golkar di DKI Jakarta, kita tidak hanya dituntut bekerja secara profesional, tetapi juga menunjukkan integritas, kepedulian, dan semangat persaudaraan yang didasari oleh kasih Tuhan,” ujarnya.
Perayaan Natal dan syukuran Tahun Baru ini mendapat sambutan antusias dari umat Kristiani di Jakarta. Jumlah peserta yang hadir melampaui target panitia. Dari semula ditargetkan 275 orang, jumlah kehadiran tercatat mencapai lebih dari 450 peserta.
Sumber : https://rm.id/baca-berita/parpol/299227/golkar-dki-gelar-perayaan-natal-zaki-tegaskan-bukan-politisasi-agama
Share Berita Ini