Minggu, 25 Januari 2026, 15:40:00, 0
Upaya menekan angka tengkes (stunting) di wilayah perkotaan kini kian melibatkan peran organisasi kepemudaan melalui intervensi langsung ke tingkat akar rumput. Pada peringatan Hari Gizi Nasional, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jakarta menggelar edukasi nutrisi bagi kelompok rentan di Posyandu Dahliah, Kelurahan Guntur, Setiabudi, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk kehadiran Anggota Komisi E DPRD Jakarta Farah Savira dan Direktur Ketahanan Balita dan Anak BKKBN dr Irma. Sinergi ini difokuskan pada penguatan peran perempuan dalam mengelola gizi keluarga, khususnya bagi balita dan ibu hamil sebagai periode emas tumbuh kembang.
AMPG menilai pemenuhan nutrisi bukan sekadar isu kesehatan rutin, melainkan investasi sumber daya manusia jangka panjang yang harus menjadi agenda strategis anak muda. Intervensi berupa paket makanan bergizi ini bertujuan memberikan stimulasi bagi masyarakat agar lebih responsif terhadap kebutuhan kalori dan protein sejak dini.
"Kami hadir untuk memberikan bantuan nyata sekaligus edukasi yang aplikatif bagi warga. Pemenuhan gizi adalah modal dasar untuk menciptakan generasi yang kompetitif," ujar Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Perlindungan Anak AMPG Jakarta Dienis Haning Safitri.
Dalam pelaksanaannya, Bidang Perempuan dan Perlindungan Anak AMPG Jakarta menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan ketimbang sekadar kegiatan seremonial. Hal ini selaras dengan program pemerintah pusat dalam meningkatkan ketahanan gizi keluarga melalui optimalisasi fungsi posyandu di wilayah padat penduduk.
Pemerintah Provinsi Jakarta sendiri terus mendorong keterlibatan berbagai elemen organisasi untuk memantau status gizi anak-anak di Jakarta. Ke depan, inisiatif kepemudaan seperti ini diproyeksikan mampu menjadi katalisator dalam percepatan eliminasi tengkes di Jakarta melalui pendekatan yang lebih segar dan persuasif kepada para ibu muda.
Referensi: https://www.beritasatu.com/dki-jakarta/2961127/ampg-jakarta-sasar-literasi-gizi-dan-ketahanan-balita-di-setiabudi
Share Berita Ini